Aset Penerbit

null Pahlawan Tim Reaksi Cepat: Dokter untuk Para Pemadam

Pahlawan Tim Reaksi Cepat: Dokter untuk Para Pemadam

Tubuhnya terbilang mungil. Kaos dan manset menutupi badan dan tangannya. Hijab ungu bunga-bunga nyaris senada dengan tensi meter yang dibawanya. Dokter Priselia namanya, kerap wara wiri berkeliling dari satu posko ke posko yang lain untuk mengecek kesehatan petugas pemadam kebakaran yang berjibaku selama bencana karhutla.

Kami berjumpa Dokter Priselia di perbatasan Tanjung Jabung Timur dengan Muaro Jambi, tepatnya di Desa Londerang. “Banyak dok yang periksa?” ujar saya membuka percakapan. “Saya baru saja keliling dari satu titik ke titik lain, ke tempat mereka bertugas. Setiap harinya kurang lebih 10 petugas yang diperiksa,” ujarnya.

Tenda hijau membentang jadi tempat ia bertugas. Tampak 20 - 30 orang bergantian beristirahat. Tidur di atas terpal, dengan bantal tas punggung isi bekal mereka. Di sekitarnya masih ada beberapa tenda kecil berdiri. Priselia yang baru bergabung enam bulan lalu merupakan dokter di Rumah Sakit Eka Hospital Pekanbaru yang ditugaskan di Jambi.

“Kami sedang meminta tambahan obat-obatan dan juga oksigen portabel. Pada situasi saat ini, lebih efektif membekali petugas lapangan dengan oksigen portabel. Asap yang pekat menyebabkan suplai oksigen ke otak berkurang. Mereka mudah pusing,” ujar dokter Priselia yang baru saja selesai memeriksa petugas pemadam kebakaran dan memberinya vitamin untuk mencegah radang tenggorokan.

Berjibaku memeriksa petugas pemadam kebakaran di tengah hutan bersama sopir, ia cekatan turun naik ambulance yang jadi kendaraan operasionalnya. Tubuh mungilnya tak sepadan dengan ambulance besar yang mengantarnya. Entah sampai kapan ia akan bertugas di lapangan.

“Sebetulnya ada beberapa dokter lain, tetapi kebetulan saya yang lokasinya paling dekat saat itu. Jadilah saya yang diperbantukan,” tambahnya. Lajang yang menyelesaikan studinya tahun 2017 lalu, sebetulnya sudah kerja enak di Jakarta sebelumnya. Tetapi ia ingin mencoba tantangan lain ke daerah yang dikenalnya dengan baik: Jambi.

Setelah seharian memeriksa petugas pemadam kebakaran, ia istirahat sejenak. Menjelang pukul 9 atau 10 malam, ia kembali ke posko. Sekitar jam itulah, pasukan lapangan kembali ke tenda untuk istirahat. Ia perlu memastikan kesehatan petugas-petugas tersebut sehingga mereka siap kembali esok hari.

Sebagai dokter, ia punya standar kebersihan sendiri. Masker selalu siaga di lehernya, ia pakai untuk menahan asap yang sesekali mampir di hidungnya. Meski mengaku kutu buku, ia menyukai tantangan lapangan ini.

Terkait Aset

Related Stories