Aset Penerbit

null Potensi Penularan Tinggi dari Klaster Keluarga null

Potensi Penularan Tinggi dari Klaster Keluarga

Setidaknya 230 keluarga di lima kota besar di Indonesia seperti Bekasi, Bogor, Yogyakarta, Semarang, dan Malang, diketahui saling menularkan virus COVID-19 ke anggota keluarga lainnya. Pakar epidemiologi menegaskan perlu segera dilakukan  langkah antisipatif   maka peningkatan kasus positif berpotensi hingga 85% dari klaster ini. 

Klaster keluarga terjadi ketika salah satu anggota terinfeksi virus  COVID-19 kemudian menularkannya  ke anggota keluarga lainnya.  Di Indonesia, penularan COVID-19 melalui klaster keluarga mulai terjadi di awal Agustus atau dua bulan setelah pemerintah menetapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Banyak faktor yang mempengaruhi, seperti kondisi kesehatan anggota keluarga, struktur atau luas rumah, dan lain sebagainya. Hal tersebut diperparah dengan anggota keluarga yang masih melakukan aktivitas di luar rumah, seperti menggunakan transportasi umum atau bekerja di kantor. 

Beberapa pencegahan yang bisa kita lakukan : 
1. Perhatikan ventilasi. 

a. Buka jendela dan pintu di rumah agar udara mengalir. 
b. Hindari berada di ruangan tertutup terlalu lama khususnya bersama anggota keluarga yang rentan atau sering keluar rumah.

2. Jaga jarak. 

a. Jika memungkinkan, jaga jarak antar anggota keluarga yang bekerja di luar rumah, 
b. Gunakan masker meskipun berada di dalam rumah.

3. Sediakan tempat terpisah untuk anggota keluarga yang terpaksa beraktivitas di luar rumah. Hal ini untuk meminimalisir interaksi dengan anggota keluarga yang lain terutama yang memiliki resiko tinggi tertular.

80% penderita COVID-19 adalah asimptomatik atau tanpa gejala. Penting untuk menerapkan gaya hidup bersih dan sehat terutama di lingkungan rumah. Jangan lupa untuk cuci tangan, membersihkan diri setelah sampai dirumah dan terus menjaga jarak untuk menghindari penularan.

Terkait Aset

Related Stories