APP Blog
29.10.2015 |
Ella M.
Memetakan Asal Muasal Api

Kebakaran hutan adalah sebuah momok bagi Indonesia yang berdampak kepada penduduknya, lingkungannya, maupun ekonominya selama bertahun-tahun. APP sangat serius menyikapi permasalahan ini dan menerapkan kebijakan “zero burn” (tanpa bakar) dalam keseluruhan rantai pasokannya sejak 1996.

Kendati demikian, kebakaran masih terus mengusik area-area milik para pemasok kayu pulp kami, termasuk wilayah-wilayah produksi andalan untuk mengumpulkan bahan-bahan mentah, serta area-area konservasi yang kami lindungi. Ini terjadi karena memang tidak ada konsesi di area lanskap yang benar-benar terisolasi. Saat kebakaran mulai timbul, api merambat dari satu area ke area lainnya, dan seringkali ke area-area milik para pemasok kami.

Sebagai contoh, ilustrasi berikut menunjukkan pergerakan hotspots yang terdeteksi oleh FIRMS Hotspot lewat pemantauan satelit dengan sensor MODIS pada lahan yang dikelola oleh RHM, salah satu pemasok kami di Sumatera Selatan pada Agustus 2015.

Data tersebut menggambarkan hotspots yang terdeteksi di luar area RHM telah merambat ke area konsesi dalam hitungan minggu. Upaya-upaya penanggulangan kebakaran di keseluruhan wilayah RHM menggunakan lebih dari 900 petugas pemadam kebakaran, gabungan tim perusahaan, komunitas dan juga militer, serta 80 alat berat khusus untuk membangun sekat bakar dan memperlebar fire belts, dan memadamkan kebakaran sejauh lima kilometer dari perbatasan konsesi agar tidak menyebar luas.

Walaupun kebakaran di RHM telah berhasil dikendalikan, data yang tersedia menunjukkan bahwa kita tidak bisa melihat suatu area secara terpisah dari area sekitarnya. Kebakaran tidak mengenal kata perbatasan, dan satu-satunya solusi penanggulangan kebakaran hutan yang efektif adalah dengan berkonsentrasi menangani penyebab-penyebab api dalam skala lansekap.

Masih ada berbagai macam penyebab kebakaran hutan yang lainnya. Kebakaran adalah permasalahan yang sangat kompleks, yang menyangkut hak-hak masyarakat setempat, aktivitas illegal oleh perusahaan kecil dan kerumitan mendasar terkait hak-hak penggunaan lahan, pemetaan, kepemilikan dan perlindungan. Setiap pihak yang terlibat - pemerintah, pihak-pihak swasta serta masyarakat setempat - harus bekerja sama untuk menemukan solusi efektif bagi kebakaran hutan yang mampu segera diterapkan dalam skala lansekap. Kami berharap ini mampu menyelesaikan permasalahan ini sekaligus bagi semua pihak.

Tags:
Categories:
comments (0)
Follow @AsiaPulpPaper