APP Blog
21.08.2015 |
Negla M.
Apakah drone alat masa depan untuk penanggulangan kebakaran hutan?

Melihat kesuksesan awal Asia Pulp & paper dalam menggunakan drone untuk membantu melacak dan menanggulangi kebakaran, Negla Martini (APP) ingin tahu lebih jauh apakah drone layak digunakan lebih sering untuk melacak kebakaran hutan di Indonesia.

Pemadaman kebakaran yang efektif mutlak membutuhkan kemampuan melacak kebakaran secara dini. Tak hanya krusial dalam membatasi kerusakan, pemadaman api secara dini juga hanya membutuhkan lebih sedikit peralatan. Pendeteksian kebakaran di kawasan permukiman lebih mudah dibandingkan dengan pelacakan kebakaran di kawasan hutan di mana orang-orang tinggal sangat berjauhan.

Lahan para pemasok kayu pulp kami terbentang luas dan terpencar. Bersama para rekanan pemasok, kami telah berinvestasi besar-besaran dalam sederetan teknologi pelacakan kebakaran. Ketika dulu  kami hanya bergantung kepada menara pengawas kebakaran sebagai satu-satunya metode tradisional untuk memantau kebakaran, kini teknologi menghadirkan cara baru untuk pengawasan yang jauh lebih akurat. Teknologi yang dibuat oleh Global Forest Watch, misalnya, menggunakan deteksi titik api aktual berbasis satelit  yang nyaris akurat, serta mampu mengarahkan satuan pemadam kebakaran langsung ke wilayah-wilayah yang rawan api.

Baru-baru ini, APP terus mengikut sertakan drone dalam upaya penanggulangan kebakaran. Di tahun 2012, alat drone fixed-wing dikerahkan di lahan seluas 334.000 hektar di Kalimantan Timur, untuk berpatroli melacak api dan asap di kawasan konsensi. Pada 2014, alat  ini kemudian diganti dengan alat drone multi rotor, yang notabene lebih mudah digunakan.

Dengan adanya  drone, waktu respon satuan pemadam kebakaran meningkat jauh dalam menangani potensi kebakaran di wilayahnya. Tak hanya berfungsi sebagai pengawas, ketika kebakaran terdeteksi, satuan drone ini mampu mengarahkan peralatan pemadam kebakaran ke tempat yang paling strategis dan dekat dengan sumber api, sembari memberikan informasi penting mengenai kecepatan angin, arah angin, dan sumber-sumber air terdekat.

Kemajuan awalnya cukup menggembirakan. Wilayah tersebut bebas dari kebakaran selama setahun terakhir (2014). Sudah ada rencana untuk menambah jumlah satuan tugas drone di tahun mendatang, dan tim-tim pemadam kebakaran setempat merasa percaya diri untuk menghadapi musim rawan kebakaran di Indonesia di bulan Juni.

Saya bertemu dengan ibu Novi Kartika, Head of the Fire Management Team yang mengelola area-area konsesi di wilayah Kalimantan Timur. Dia menganggap penggunaan drone di wilayah tersebut sangat baik untuk pencegahan dan penanganan kebakaran. Satuan drone tersebut mampu mempersingkat waktu yang dibutuhkan truk pemadam kebakaran untuk menentukan posisi terbaik untuk mengatasi situasi tersebut, dan mempercepat penanganan kebakaran yang terjadi.

Melihat lanskap Indonesia yang sangat beragam, para pemilik konsesi HTIdihadapkan dengan berbagai permasalahan penanganan dan pengelolaan area-area tersebut. Kebakaran adalah permasalahan klasik di wilayah ini dan tidak ada solusi yang mudah. Namun, satuan drone terbukti mampu menjadi alat pendukung yang efektif di Kalimantan Timur, dan teknologi yang dikembangkan sepertinya mampu membuka peluang-peluang baru untuk memperkaya penggunaannya.

Tags:
Categories:
comments (0)
Follow @AsiaPulpPaper