25.11.2015 |
Working on Fire, Live in Action

Two months since the first haze covered the blue skies of Sumatra, and several areas were still in a very concerning state. Yet, something seemed different at Ogan Komering Ilir (OKI). Skies were clearer, haze vanishing, and the locals roamed masks-free. There have been huge aid efforts focused at OKI, including the deployment of Working on Fire, an international firefighting team.

The Working on Fire (WoF) team was specifically assigned due to their 30 years experience in fire suppression, bringing in their Integrated Fire Management Services. In OKI, WoF combined air- and land-based tactics to effectively suppress fire. From the air, helicopters were used for patrol, while two amphibian airplanes were assigned to do waterbombing. Land-based efforts were led by a special firefighting unit that collaborated with the local firefighting teams from APP and its suppliers.

Photo: Working on Fire Team in OKI base camp. The team comprised of 100 firefighters from South Africa and Australia.

Photo: The Beriev B-200, the amphibian water-bombing plane with 12,000 Tonnes Water-load Capacity

Eventhough they were highly experienced, the WoF team still faced quite a challenge in fire suppression. The 100-men team had to deal with overwhelming peat fire; too many underground fires, extremely low visibility.

New strategy was developed. The team needed to keep fire spots contained, and suppress it with water drawn from nearby canals.

Photo: Excavator opened path to access water

Furthermore, suppressed fire spots were treated with Japanese-formulated chemical, which essentially worked to seize oxygen to supress flammable conditions.

Photo: water, and chemical to treat fire

Fire retardant chemical mixture was also used for underground spraying - which was done using a 1.5 meter-long pipe with 15 cm diameter, injected underground. These pipes then sprayed chemical solutions underground, bringing down the temperature from 180-degree to 50-degree Celcius. The Head of National Disaster Management Board (BNPB) acknowledged this to be the most effective method to contain peat fire.

Photo: ‘PakuBumi’ method

In less than a week’s time, the joint effort of WoF and local fire suppression team prevailed. Aided with a helping hand from the mother nature, the number of fire spots in OKI region has been significantly reduced.

APP’s initiative in hiring WoF and forming a collaborative team with the locals were a crucial addition to the long-term fire suppression management program. Important knowledge and techniques were exchanged, and this gave hope for a much more effective fire suppression effort in the future.

At the same time, the company is finalizing the analysis of peatland mapping data which used the LiDAR (Light Detection and Ranging) technology. In 2016, the data will be available for public. Specifically from a fire prevention and suppression point of view, the aim is to achieve faster and more accurate fire management strategy on peatland.

Author, Sujika Wilusaka​, is the Palembang Project Manager for Coordination with WoF.

###

Sepak Terjang tim Working on Fire Padamkan Api

Hampir 2 bulan sudah asap terlihat mengungkung langit Sumatera, dan di beberapa wilayah keadaannya masih memprihatinkan. Namun ada yang berbeda di tanah Ogan Komering Ilir (OKI). Langit di kabupaten ini mulai nampak lebih bersih, kabut asap sudah mulai hilang, dan para warga bisa bernapas lega tanpa bantuan masker ataupun tabung oksigen. Ada banyak bantuan upaya pemadaman kebakaran yang dipusatkan di OKI, termasuk didatangkannya tim pemadam kebakaran internasional berpengalaman, Working on Fire.

Tim Working on Fire (WoF) ini didatangkan khusus setelah melihat pengalamannya menangani kebakaran selama lebih dari 30 tahun, dan mereka memang menawarkan Integrated Fire Management Services. Di kabupaten OKI, tim Working on Fire menggunakan strategi koordinasi darat-udara untuk menanggulangi api dengan lebih efektif. Di udara, mereka menggunakan helikopter APP untuk pantauan area, serta pesawat tanki air khusus untuk melakukan waterbombing. Sementara upaya di darat diserahkan kepada satu tim pemadam kebakaran khusus, yang nantinya akan bergabung bersama tim penanggulangan kebakaran dari APP dan para pemasok rekanannya.

Foto: Tim Working on Fire di base camp, OKI

Foto: Beriev B-200, Pesawat angkut air kapasitas 12000 Ton

Walaupun berpengalaman, kinerja tim Working on Fire di lapangan pun bukanlah tanpa hambatan. Regu pemadam sebanyak 100 orang dibuat kewalahan dengan luasnya lahan gambut yang terbakar. Api menjalar di bawah tanah, dan keberadaannya sulit dideteksi, membuat tim Working on Fire harus ekstra hati-hati ketika menelusuri area untuk memadamkan api.

Strategi khusus yang digunakan untuk menangani lahan ini adalah mengurung zona-zona api dengan menggunakan air dari jaringan kanal yang ada di sekitar kawasan maupun yang dibuka oleh excavator.

Foto: excavator buka jalan air

Tak kalah penting, area api yang ditangani juga mendapat semprotan cairan kimia hasil formulasi teknologi Jepang, yang pada dasarnya berfungsi mengikat oksigen sehingga memperkecil kemungkinan pembakaran.

Foto: air dan cairan kimia khusus untuk memadamkan api

Karena keefektivitasnnya, cairan kimia yang sama sebenarnya juga digunakan untuk penyemprotan di bawah tanah. Ini untuk memadamkan bara api dan panas yang tersembunyi belasan meter di bawah tanah. 

Tim Working on Fire menemukan cara penyemprotan yang paling efektif, yaitu dengan menggunakan pipa sepanjang 1,5 meter dengan diameter sekitar 15 cm yang ditusukkan ke dalam tanah. Pipa-pipa inilah yang menyemprotkan cairan kimia yang mematikan api sekaligus menurunkan suhu dari 180 derajat hingga 50 derajat Celcius! Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana juga menyatakan bahwa teknik ini sangat efektif dalam memadamkan api di lahan gambut.

Foto: Metode ‘Paku Bumi’

Dalam waktu kurang dari satu minggu, banyak titik api berhasil dikendalikan oleh upaya tim Working on Fire beserta gabungan tim pemadam kebakaran lokal. Ditambah dengan bantuan hujan, jumlah api di kabupaten OKI pun berkurang secara signifikan.

Inisiatif APP mendatangkan tim Working on Fire dan menggabungkannya dengan tim lokal yang sudah ada pun demi pertukaran ilmu dan teknik pemadaman kebakaran.

Sementara itu, perusahaan juga sedang mematangkan data pemetaan lahan gambut dengan menggunakan teknologi LiDAR (Light Detection and Ranging). Tahun 2016 yang akan datang, data pemetaan lahan gambut ini akan tersedia lengkap secara transparan. Dari segi penanggulangan serta pencegahan kebakaran, harapannya adalah supaya strategi penanganan lahan gambut jadi lebih cepat dan akurat.

Penulis, Sujika Wilusaka, adalah Project Manager untuk Pendampingan WoF di Palembang.

###

Tags:
-
Categories:
-
comments (0)
view all videos ...
view all photos ...
Recent Tweets
Follow @AsiaPulpPaper